HERI PURNOMO

HERI PURNOMO
foto Heri Purnomo

Senin, 13 Februari 2012

LETUSAN GUNUNG API DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA


ABSTRAK
Gunung api adalah gunung yang mempunya cairan magma di dalam perut bumi dan suatu saat magma tersebut akan keluar melalui letusan. Letusan gunung api merupakan suatu bencana alam karena adanya aktivitas vulkanisme. Kulit bumi yang keras dan rapuh bila terlipat akan di sertai dengan retakan-retakan yang memudahkan magma untuk menerobos menuju ke permukaan bumi, walaupun tidak semua magma berhasil mencapai permukaan bumi.
Pada aktivitas vulkanisme terjadi letusan gunung api yaitu keluarnya magma dari perut bumi.  Magma adalah bahan silikat pijar yang terdiri atas batuan pada cairan dan gas yang berada di dalam bumi. Magma mengandung berbagai macam gas diantaranya uap air, belerang, gas hidrokarbondioksida, nitrogren, dan asam sulfat. Pada letusan gunung api terjadi intrusi dan ekstrusi magma.
Intrusi magma adalah keluarnya magma yang memotong atau menyusup diantara lapisan litosfir tetapi tidak menempati permukaan bumi, menghasilkan bentukan Batolit, silk, lakolit, diaterma. Sedangkan ektusi magma adalah proses keluarnya magma smpai ke permukaan bumi.Pada saat letusan terjadi banyak bahan yang di keluarkan berupa material padat, gas dan cair.
Bahan  padat berupa born, lapili, pasir, abu, dan debu. Bahan gas berupa belerang, uap air, dan karbondioksida. Sedangkan bahan cair berupa lava dan lahar. Dalam letusan gunung api terjadi gejala pra vulkanik dan pasca vulkanik. Gejala pra vulkanik adalah gejala tanda-tanda gunung akan meletus, diantaranya Suhu udara disekitar gunung naik secara mendadak, sumber air banyak yang mengering, sering terjadi getaran-getaran gempa lokal, pohon-pohon banyak yang meranggas dan mati, binatang-binatang liar banyak yang mengungsi ke tempat lain karena ekologinya terganggu.
Gejala pasca vulkanik adalah gejala yang terjadi setelah letusan gunung api, diantaranya terdapat gas belerang, gas fumarow, moupet, sumber air panas, mata air makdani, geyeser. Adapun usaha-usaha untuk nmengurangi bahaya pada saat gunungf api akn meletus diantaranya membuat terowongan-terowongan air pada kepundan yang berdanau, mengadakan pos-pos pengamatan gunung api, mengunngsikan penduduk yang bertempat tinggal di lereng gunung api yang akan meletus. Dari letusan tersebut akan terjadi dampak bagi manusia baik yang positif maupun yang negatif.
Dampak yang positif adalah abu vulkanik dapat menyuburkan tanah pertanian, banyak terdapat barang tambang seperti belerang, logam, dan permata, gejala pasca vulkanik merupakan objek wisata yang menarik. Sedangkan dampak negatifnya adalah:
1)        Pada waktu gunung meletus puluhan ribu manusia dan ternak banyak yang menjadi korban,
2)        Gas beracun yang dikeluarkan dari gunung api sangat membahayakan bagi manusia,
3)        Awan panas yang di keluarkan gunung api dapat menewaskan makhluk dan tumbuh-tumbuhan,
4)        Lahar dingin dan panas dapat merusak daerah yang dilalui nya,
5)        Bom lapili dan pasir vulkanik dapat merusak rumah, jembatan, dan daerah pertanian,
6)        Abu vulkanik yang bertaburan diangkasa dapat mengganggu penerbangan.
BAB I
PENDAHULUAN
Manusia hidup tidak pernah bisa lepas dari alam. Dari kekayaan alam, kebutuhan manusia terpenuhi. Akan tetapi, melalui alam juga, manusia disadarkan bahwa bencana bisa terjadi kapan saja. Sebut saja gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan sebagainya. Gunung api adalah gunung yang mempunyai cairan magama atau panas bumi di dalam perut bumi dan suatu saat magma tersebut akan keluar melalui letusan. Gunung tersebut sebagian besar terletak di daratan, yaitu sekitar 83%, sedangkan sisanya merupakan gunung api bawah laut yang penyebarannya mengikuti jalur-jalur memanjang, yang diduga ada kaitannya dengan rekahan kulit bumi. Akrivitas gunung api merupakan sebab utama adanya sebaran panas bumi terutama hidrotermal.
Batuan pemanas dari aktivitas vulkanisme akan berfungsi sebagai sumber pemanasan air. Letusan tersebut mengeluarkan material padat, gas, dan cair yang berbahaya bagi manusia. Tidak jarang dari bencana tersebut banyak korban yang berjatuhan terutma manusia dan hewan ternak, lahar dingin dapat merusak daerah yang di laluinya serta lahan pertanian menjadi rusak. Namun disisi lain ada manfaat nya, lahan pertanian menjadi subur,daerah  pasca vulkanik dapat di jadikan objek wisata.
Kepanikan saja tidak akan mengatasinya. Apa yang seharusnya, kita lakukan? Inilah saatnya kita memahami keseimbangan geografis. Di setiap sudut wilayah di Bumi, potensi baik dan buruk alam pasti ada. Begitu juga dengan alam Indonesia. Selain memiliki kekayaan yang melimpah, batas Ring of Fire maupun Ring of Disaster mengepungnya. Bencana yang terjadi seharusnya menjadi pelajaran yang berharga.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Gunung Api
Gunung api adalah gunung yang mrmpunyai cairan panas di dalam perut bumi berupa magma yang suatu saat magma tersebut akan keluar melalui letusan. Saat ini gunung api yang aktif di dunia berjumlah 500 sampai 600 buah yang tersebar di tiga tempat utama yaitu sebagai berikut:
1.      Di sekitar Samudera Pasifik (62%) dan 45% di busur Kepulauan Pasifik Utara dan Selatan,
2.      Di Indonesia (14%), terletak membentuk jalur sepanjang 7.000-7500 km dan lebar 50-200 km, mulai dari Aceh di ujung barat hingga Halmahera di ujung timur Indonesia,
3.      Sisanya tersebar di luar busur kepulauan dan pinggiran Amerika.
 Gunung api tersebutsebagian besar terlatak di daratan yaitu sekitar 83%, sedangkan sisanya merupakan gunung api bawah laut. Penyebarannya mengikuti jalur-jalur memanjang yang di duga ada kaitannya dengan rekahan kulit bumi.
Jalur I: merupakan jalur gunung api yang mengikuti jalur pegunungan lipatan di sepanjang pinggiran Pasifik, terus menyambung melalui Pegunungan Andes, Amerika Tengah, Meksiko, Amerika Bagian Barat, dan Kanada, Alaska, Asia, Kamchatka, Jepang, Filipina, Indonesia timur, Kepulauan Melanesia, dan Selandia Baru.
Jalur II: merupakan daerah gunung api yang tidak sempurna mengikuti jalur pegunungan di Patamuda. Mulai dari Laut tengah terus ke Asia kecil dan Kepulauan Indonesia.
       Aktivitas gunung api merupakan sebab utama adanya sebaran panas bumi terutama hidrometal. Batuan pemanas dari aktivitas vulkanisme akan berfungsi sebagai sumber pemanasan air. Panas yang dirimbulkan oleh pergerakan sesar aktif kadang-kadang berfungsi pula sebagai sumber panas.
Batuan sarang berfungsi sebagai penampung air yang telah terpanasi atau uap yang telah terbentuk. Nilai kesarangan batuan cadangan ini ikut menentukan jumlah cadangan air panas atau uap. Umumnya sumber panas terdapat di jalur gunung api, sebagian sumber panas, yaitu magma atau batuan cadanngan biasanya dibentuk oleh batuan hasil letusan gunung api seperti lava dan piroklasik.
Sebaran sumber panas bumi di dunia hampir seluruhnya berasosiasi dengan dxaerah gunung api, baik yang masih aktif, maupun menjelang tidak aktif. Masing-masing panas bumi tersebut mempunyai sifat-sifat tersendiri, baik dalam sistem panas bumi, suhu, kedalaman, maupun kondisi geologinya.
Pemanfaatan panas bumi, selain untuk pembangkit tenaga listrik dapat pula digunakan untuk pemanasan pertanian, pemanasan ruangan, perkebunan, memasak, perikanan, pembuatan garam, pengeringan macam-macam hasil industri serta mencairkan salju di jalan raya.

B.    Proses Terjadinya Gunung Api
Bentuk muka bumi dipengaruhi oleh proses endogen dan endogen. Proses endogen adalah proses yang berasal dari dalam bumi antara lain tektonisme atau gerak lempeng litosfera, aktivitas gunung api (vulkanisme), gempa bumi, dan diatrofisme. Dan eksogen adalah proses yang berasal dari luar bumi antara lain peristiwa degradasi dan agradasi. Degradasi adalah peristiwa penurunan bumi yang meliputi pelapukan, masswasting, dan erosi. Sedangkan agradasi adalah peristiwa pengangkatan bumi yang meliputi sedimentasi.
Gunung api terjadi oleh proses endogen dan akibat dari proses tersbut adalah terjadinya vulkanisme atau pembentukan gunung api. Bila dilihat dari letaknya, maka gunung api pada umumnya terdapat pada daerah lipatan. Hal ini erat kaitannya dengan proses lipatan seperti yang telah di kemukakan tadi. Kulit bumi yang keras dan rapuh bila terlipat akan di sertai dengan retakan-retakan yang memudahkan magma untuk menerobos menuju ke permukaan bumi, walaupun tidak semua magma berhasil mencapai permukaan bumi.
Magma yang mendorong ke atas dan tidak berhasil mencapai permukaan bumi akan membentuk kubah yaitu permukaan bumi yang positif yang memiliki lereng dengan kemiringan yang simetris ke segala arah.

C.    Letusan Gunung Api
Akibat dari kegiatan vulkanisme adalah terjadinya letusan gunung api. Letusan gunung api merupakan gejala alam yang mengeluarkan cairan magma ataupun material padat yang dapat menimpa perumahan, daerah pertanian, hutan dan sebagainya. Vulkanisme adalah proses pembentukan gunung api adalah aktivitas magma yang bergerak dari  lapisan dalam litosfir yang menyusup kelapisan yang lebih atas sampai ke permukaan bumi.
Kedalaman besar dan sifat magma sangat bervariasi ada magma yang letakny lebih dalam dan ada juga yang letak nya dengan permukaan bumi. Perbedaan tersebut perbedaan kekuatan letusan. Umumnya magma yang letaknya lebih dalam menimbulkan letusan lebih kuat daripada magma yang letaknya lebih dangkal.
1.      Magma
Magma adalah bahan silikat pijar yang terdiri atas batuan pada cairan dan gas yang berada di dalam bumi. Magma mengandung berbagai macam gas diantaranya uap air, belerang, gas hidrokarbondioksida, nitrogren, dan asam sulfat.
Berdasarkan perbedaannya susunan mineral yang di kandung oleh magma di bedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a.       Magma asam yaitu magma yang banyak mengandung kuarsa
b.  Magma basah adalah magma yang sedikit mengandung kuarsa namun banyak mengandung mineral besi
c.       Magma pertengahan yaitu magma yang kandungannya kuarsa besi.
2.      Intrusi Magma
Intrusi magma adalah keluarnya magma yang memotong atau menyusup diantara lapisan litosfir tetapi tidak menempati permukaan bumi. Intrusi magma menghasilkan bentukan-bentukan yaitu:
a.       Batolit adalah dapur magma yang m,embeku
b.      Silk atau lapisan intrusi adalah bentukan di lapisan litosfir yang disebakan intusi magma yang berarah mendatar masuk diantara dua lapisan batuan sehingga membeku.
c.       Lakolit adalah bentukan yang disebabkan oleh magma yang masuk diantara dua lapisan batuan sehingga mempunyai bentuk cembung keatas dan mendatar dibawah.
d.      Diaterma adalah hasil intrusi yang mengisi pipa letusan
3.      Ekstrusi Magma
Ekstrusi magma adalah proses keluarnya magma smpai ke permukaan bumi. Cara keluar magma disebut juga erupsi.
Macam-macam ekstuksi magma
a.       Berdasarkan kekuatan letusannya eruposi gunung api dibedakan menjadi dua, yaitu:
a)      Erupsi epusif adalah proses keluarnya magmadari gunung api berupa lelehan lava dan lahar. Erupsi ini terjadi jika cairan magma relatif encer.
b)      Erupsi eksplosif adalah proses keluarnya magma dari gunung api yang disertai dengan letusan yasng cukup dahsyat. Erupsi jenis ini terjadi jika cairan magma yang keluar kental dan memiliki kandungan gas yang banyak.
b.      Berdasarkan tempat keluar magma, yaitu
a)      Erupsi linier adalahg proses keluarnya magma melalui celah kecil atau retakan yang memanjang. Oleh karena itu membentuk deretan gunung api, yaitu gunung api di bagian tengah pulau jawa dan di pulau eslandia yang bernama gunung laki.
b)      Erupsi areal adalah proses keluarnya magma yang terjadi karena letak magma dekat dengan permukaaan bumi. Oleh karena itu magma membakar dan melelhkan batuan yang berada diatasnya dan membentuk lubang yang besar contohnya pegunungan di Argentina di Paraguay.
c)      Erupsi sentral adalah proses keluarnya magma melalui sebuah lubang atau pusat erupsi sehingga membentuk kerucut gunung api yang terpisah-pisah. Erupsi ini menghasilkan tiga bentuk gunung api, yaitu:
·         Gunung api perisai adalah gunung api yang beralas luas dan berlerang sangat landai. Contoh gunung api di kepulaun Hawai,
·         Gunung api mar merupakan hasil erupsi eksplosif yang tidak terlalu kuat dan hanya terjadi sekali. Contohnya Gunung lamongan,
·         Gunung api strato adalah hasil erupsi campuran epusif dan erupsi eksplosifyang berulang beberapa kali, contohnya hampir semua jenis  gunung api di indonesia.
4.      Bahan-bahan yang Dikeluarkan dari Letusan Gunung Api
Bahan-bahan yang dikeluarkan gunung api disebut erupsi. Bahan erupsi adalah bahan yang lanngsung maupun yang tidak langsung berasal dari magma. Bahan-bahan ini dikelompokan menjadi tiga macam yaitu:
a.       Bahan-bahan padat atau efflata
Menurut ukurannya efflata di bagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a)    Born adalah bahan padat yang berukuran besar , misalnya batu-batu besar,
b)   Lapili adalah batuan padat yang berupa batu-batu berukuran sebesar kerikil,
c)    Pasir,
d)   Abu dan debu.
b.      Bahan cair
Dikeluarkan pada waktu gunung api erupsi secara epusif. Terdapat sumber kawah dan magma berupa encer. Bahan-bahan yang di keluarkan adalah:
a)      Lava adalah magma yang meleleh keluar lereng gunung apiLahar panas merupakan campuran magma dan air,
b)      Lahar dingin karena endapan lava atau lahar di puncak gunung berubah menjadi lumpur.
c.       Bahan gas
Bahan gas di sebut juga ekhalasi. Letusan gunung api mengeluarkan bermacam-macam gas diantaranya:
a)      Gas yang mengeluarkan belerang (H2S) di sebut Soltatar,
b)      Gas yang mengeluarkan uap air (H2O) di sebut pumarol,
c)      Gas yang mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) di sebut smofet.
5.      Gejala dalam Letusan Gunung Api
a.       Gejala Pra vulkanik
Ialah tanda-tanda gunung api akan meletus. Indikator pra vulkanik diantaranya:
1)      Suhu udara disekitar gunung naik secara mendadak
2)      Sumber air banyak yang mengering
3)      Sering terjadi getaran-getaran gempa lokal
4)      Pohon-pohon banyak yang meranggas dan mati
5)      Binatang-binatang liar banyak yang mengungsi ke tempat lain karena ekologinya terganggu.
b.      Gejala Pascavulkanis
Adalah gejala sesudah gunung api meletus. Ada beberapa tanda atau gejala yang bisa dipakai sebagai pedoman bahwa gunung api sudah tidak aktif lagi atau hampir padam. Gejala-gejala tersebut disebut gejala pascavulkanikatau gejala postvulkanik. Gejala-gejala tersbut adalah sebagai berikut;
1)      Terdapat gas belerang, gas yang menggeluarkan belerang dinamakan solfatar. Contohnya di gunung weulirang,
2)      Terdapat gas fumarow adalah gas yang mengandung uap air. Contohnya di nilai dieng (jawa tengah, sulawesi utara),
3)      Terdapat moupet adalah gas yang mengandung asam arang. Contohnya di gunung tangkuban perahu dan papandayan (jabar),
4)      Sumber air panas berasal dari air hujan yang meresap kedalam lapisan batuan yang masih panas. Kemudian keluar menjadi air panas. Sumber air panas yang memiliki kandungan belerang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kulit,
5)      Terdapat mata air makdani adalah mata air yang mengandung mineral. Contohnya di maribaya (jawa barat),
6)      Terdapat geyeser adalah air panas yang memancar dari dalam bumi secara periodik yang terbentuk dari air yang terdapat didalam batuan kemudian terpanaskan oleh gas panas yang berasal dari sirkulasi kepermukaan bumi sehingga terjadilah pemancaran air dengan suhu cukup tinggi. Contohnya di pelabuhan ratu.
6.       Usaha-usaha untuk Mengurangi bahaya Letusan Gunung Api diantaranya:
a.       Membuat terowongan-terowongan air pada kepundan yang berdanau,
b.      Mengadakan pos-pos pengamatan gunung api,
c.       Mengunngsikan penduduk yang bertempat tinggal di lereng gunung api yang akan meletus.
7.      Dampak Letusan Gunung Api
Letusan gunung api membawa pengaruh bagi manusia ada yang berpengaruh positi dan negatif. Di bawah ini dampak positif dan negatif letusan gunung api bagi kehidupan manusia.
a.       Dampak positif
1)    Abu vulkanik dapat menyuburkan tanah pertanian di sekitarnya sehingga dapat meniungkatkan produksi pertanian penduduk,
2)     Di daerah vulkanis potensial untuk mengusahakan tanaman budi daya seperti teh dan kopi. Misalnya di daerah Bandung Utara dan Bandung Selatan terdapat perkabunan teh yang luas,
3)     Di daerah vulkanis memungkinkan banyak turun hujan melalui hujan orografis. Hal tersebut disebabkan gunung merupakan daerah penangkap hujan yang baik,
4)      Di daerah gunung api memungkinkan dibangun pembangkit tenaga listrik,
5)     Banyak di temukan sumber air panas dan air makdani yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata
6)      Banyak terdapat barang tambang seperti belerang, logam, dan permata,
7)      Gejala pasca vulkanik merupakan objek wisata yang menarik.
b.      Dampak negatif
1)        Pada waktu gunung meletus puluhan ribu manusia dan ternak banyak yang menjadi korban,
2)        Gas beracun yang dikeluarkan dari gunung api sangat membahayakan bagi manusia,
3)        Awan panas yang di keluarkan gunung api dapat menewaskan makhluk dan tumbuh-tumbuhan,
4)        Lahar dingin dan panas dapat merusak daerah yang dilalui nya,
5)        Bom lapili dan pasir vulkanik dapat merusak rumah, jembatan, dan daerah pertanian,
6)    Abu vulkanik yang bertaburan diangkasa dapat mengganggu penerbangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar